Please wait... X

Media_Center PDI Perjuangan: Perlu Langkah Komprehensif dan Simultan Atasi Terorisme

PDI Perjuangan, 14/Nov/2019

PDI Perjuangan: Perlu Langkah Komprehensif dan Simultan Atasi Terorisme

Pendekatan hukum, politik, sosial-ekonomi, dan kebudayaan untuk menghadirkan ketentraman seluruh warga.

 

PDI Perjuangan menegaskan komitmennya untuk menggalang seluruh komponen masyarakat guna melibatkan diri secara aktif bersama seluruh jajaran pemerintahan negara di dalam melawan berbagai aksi terorisme.

 

“Apa yang terjadi di Medan, tidak jauh bedanya dengan bom bunuh diri satu keluarga di Surabaya pada bulan Mei 2018 yang lalu. Kejahatan terorisme membunuh kemanusiaan, suatu aksi biadab yang tidak bisa dibenarkan dengan cara apapun,” tegas Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Kamis (14/11/2019).

 

Atas aksi teroris yang berakar dari radikalisme dengan benih-benih sikap intoleran tersebut, PDI Perjuangan mengajak seluruh komponen bangsa untuk bahu-membahu bersama dengan seluruh alat negara melawan gerakan ideologi kegelapan itu.

 

“Sudah terlalu banyak korban terorisme yang merusak bangunan Indonesia yang cinta damai dan toleran. Perlu langkah komprehensif dan simultan guna mengatasi terorisme. Pendekatan hukum dan politik saja tidak cukup. Diperlukan juga pendekatan sosial-ekonomi, dan kebudayaan melalui gerakan rakyat agar menjadi kekuatan semesta melawan paham anti kemanusiaan ini. Pada saat bersamaan hukum sebagai panglima, tanpa pandang bulu memberantas berbagai bentuk kejahatan terorisme,” jelas Hasto.

 

Sudah saatnya negara bersikap lebih tegas. Sebab demi tugas melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, pemerintahan negara Republik Indonesia mendapat mandat dan legalitas dari rakyat untuk menciptakan rasa aman dan ketentraman masyarakat. Gotong royong seluruh komponen bangsa mampu mewujudkan Indonesia yang tenteram dan damai, yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan.

 

“PDI Perjuangan mendorong pendidikan nasional sebagai wahana membangun kehidupan berbangsa yang berbudi pekerti dan toleran terhadap perbedaan. Sebab intoleransi adalah akar dari terorisme,” kata Hasto.

Instagram

Twitter

Facebook