Please wait... X

Media_Center Jelang Pelantikan MPR/DPR/DPD: Indonesia Kokoh dengan Pancasila, Energi Positif Lebih Diperlukan

PDI Perjuangan, 06/Oct/2019

Jelang Pelantikan MPR/DPR/DPD: Indonesia Kokoh dengan Pancasila, Energi Positif Lebih Diperlukan

PDI Perjuangan mencermati bahwa tantangan yang dihadapi bangsa dan negara saat ini tidak ringan. Menjelang pelantikan anggota DPR, DPD dan MPR minggu depan, PDI Perjuangan menyuarakan perlunya energi positif dan gotong royong seluruh anak negeri di dalam menghadapi berbagai persoalan dalam negeri seperti kebakaran hutan dan lahan, intoleransi dan radikalisme, masalah menarik investasi, dan upaya memerbaiki kondisi perekonomian nasional yang terdampak perang dagang Amerika Serikat dan China.

“Saatnya perkuat energi positif bangsa. Gotong royong di seluruh lini kehidupan anak bangsa diperlukan, agar kita bisa menghadapi berbagai persoalan dalam negeri bersama-sama. Terkait ideologi seharusnya sudah selesai. Ideologi Pancasila membuat Indonesia kokoh bersatu, jangan bawa ideologi lain yang bisa memecah belah bangsa,” kata Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Jumat (27/9/2019).

PDI Perjuangan mengingatkan bahwa persatuan dan kesatuan nasional sangatlah penting. Ancaman dari luar nyata dan ada. Cermati apa yang terjadi di Arab Saudi. Dunia internasional masih terperangah dan panik atas serangan besar dan canggih atas kilang minyak Aramco milik Arab Saudi dengan menggunakan 18 pesawat tanpa awak yang memicu kenaikan harga minyak dunia.

“Artinya ancaman dari luar itu sangat nyata. Dalam situasi ketidakpastian dunia ini, seluruh bangsa Indonesia seharusnya bersatu. Jika energi bangsa dihabiskan ke dalam, maka kita akan kehilangan orientasi di dalam mewujudkan tanggung jawab membangun persaudaraan nasional,” jelas Hasto.

PDI Perjuangan mengingatkan bahwa Indonesia adalah bangsa besar dengan rekam jejak sejarah yang mengagumkan. Tidak hanya rekam jejak sejarah peradaban dengan Borobudur dan Prambanan pada abad ke 7-8. Pada abad 20 pun, Indonesia berhasil mengguncangkan dunia dengan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung tahun 1955.

“Ini bukti bahwa Indonesia mampu hadir sebagai bangsa pelopor sehingga angkatan bersenjata Indonesia pun terkuat di belahan bumi selatan pada periode 1960-an,” ujar Hasto.

Hasto memberi contoh apa yang dilakukan oleh India, mitra Indonesia pada KAA tahun 1955, penting sebagai pembanding. India sudah berhasil dengan teknologi luar angkasa sehingga bisa meluncurkan roket tanpa awak ke Bulan. India lebih maju dalam penguasaan teknologi informasi.

“Karena itulah apa yang dicanangkan Presiden Jokowi agar Indonesia berkemajuan melalui peningkatan kualitas SDM secara progresif dan masif sangatlah tepat. Kedepankan open mind dan outward looking agar Indonesia sungguh berkemajuan dan berkontribusi besar pada peradaban dunia yang merindukan keadilan dan kedamaian,” pungkas Hasto.

Instagram

Twitter

Facebook