Please wait... X

Berita DPC PDI Perjuangan Subang Beraudiensi dengan Bupati Ruhimat

PDI Perjuangan, 16/Sep/2019

DPC PDI Perjuangan Subang Beraudiensi dengan Bupati Ruhimat

Setelah bertemu dengan dua instansi penegak hukum di Subang, DPC PDI Perjuangan kembali memberikan nuansa politik baru dengan melakukan audiensi bersama Bupati Subang H. Ruhimat yang didampingi Wakil Bupati Subang Agus Maskur Rosyadi serta Asda I Bambang Suhendar di Ruang Rapat Bupati Kamis (12/9/2019).

Ketua DPC PDI Perjuangan Maman Yudia menuturkan, pertemuan tersebut sekaligus memberikan penegasan sikap politik PDI Perjuangan Subang secara langsung yakni proporsional dan konstruktif pada Bupati Subang.

“Sebagai kawan yang baik itu bukan memuji atau bukan membiarkan ketika melihat kawanya melakukan hal-hal yang tidak benar, analogi itu yang hari ini terjadi dalam hubungan PDI Perjuangan dengan Pemda Kab. Subang,” kata Maman Yudia

Menurut Maman, sikap politik tersebut merupakan upaya menunjukan bukti kawan sejati yang ingin memberikan masukan positif terhadap kinerja pemerintah daerah. “Ini wujud perkawanan sejati yang ingin melihat kawan berlaku benar dalam mengambil kebijakan,” tambah Maman. 

PDI Perjuangan menyadari bahwa Partai adalah wadah untuk menampung dan mengelola aspirasi. Ada yang bisa dilakukan melalui DPRD yang akan10 Anggota DPRD yang ada. “Ada aspirasi yang belum sempat tersampaikan, DPC Partai pun akan melakukan upaya-upaya melalui upaya-upaya seperti ini atau audiensi,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC Niko Rinaldo menyebut, dalam pertemuan pengurus DPC PDI Perjuangan Subang bersama Bupati dan Wakil Bupati Subang menyampaikan 12 poin aspirasi. Namun kata Niko, ada empat poin utama yang menjadi perhatian.

“Pertama soal mendorong inisiatif perda ketenaga kerjaan serta kedua soal perhatian pada insentif guru honorer  yang perlu ditingkatkan,” kata Niko.

Menurut Niko, aspirasi tersebut datang dari para buruh dan guru honorer yang beberapa waktu lalu mendatangi Kantor DPC Subang. Selain itu, yang menjadi perhatian adalah soal pelayanan dasar kesehatan serta kekeringan di Pantura yang berakibat pada penurunan  produktivitas pertanian.

“Tenaga kesehatan agar lebih ramah, jangan ada diskiriminasi pada pasien baik yang menggunakan kartu BPJS, KIS dan kurang sigapnya penangana. Jadi hal-hal itu harus ada pembenahan,” jelas Niko.

Terkait kekeringan di kawasan Pantura, Niko berharap Pemda setempat bisa mencarikan solusi segera agar produktivitas pertanian tidak terganggu. 

“Audiensi dengan Pak Ruhimat selaku Bupati Subang diharapkan memberikan nuansa baru proses demokrasi di kabupaten, serta permasalahan yang ada bisa segera ditemukan solusi,” pungkas Niko.

Instagram

Twitter

Facebook