Please wait... X

Berita Megawati Soekarnoputri, “Kebun Raya dan Taman Kota Sangat Berarti untuk Anak-Anak dan Keluarga Kita”

PDI Perjuangan, 27/Aug/2019

Megawati Soekarnoputri, “Kebun Raya dan Taman Kota Sangat Berarti untuk Anak-Anak dan Keluarga Kita”

Dalam lawatannya ke Korea Selatan, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menyempatkan diri untuk mengunjungi sebuah taman kota milik pribadi bernama Morning Calm Garden.

Megawati ditemani oleh keluarga dan sahabat-sahabat dekat. Terlihat menantunya Nancy Nendriati Shrindani, serta cucunya bernama Diah Lupita Jasmina Srita. Ketua DPP PDI Perjuangan Rokhmin Dahuri turut ikut bersama Duta Besar RI untuk Korsel Umar Hadi.

Morning Calm Garden terletak di area Gapyeong, Provinsi Gyeonggi, sekitar dua jam perjalanan dari Seoul. Didirikan oleh Professor Han Sang Kyung yang hadir menyambut Megawati beserta rombongan. Publik setempat mengenal taman itu sebagai salah satu lokasi syuting K-drama 'Love in the Moonlight' yang dibintangi Park Bo Gum dan Kim Yoo Jung. Selain itu sejumlah film dan drama Korea berlokasi di kebun itu.

Tapi bukan soal lokasi syuting yang membuat Megawati mendatangi taman itu. Diakuinya saat berbincang dengan para wartawan yang diajaknya serta, salah satu hobinya memang berkebun dan bertanam. Tapi dibalik hobi itu, ada juga cita-cita besar.

"Bagaimana harusnya pemerintah berpikiran seperti itu, harus memperbanyak taman di negeri kita," kata Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Selasa (27/8/2019).

Berarti bukan sebuah kebetulan bila Megawati acapkali mendatangi taman, laboratorium tanaman pada setiap negara yang dia kunjungi. Sebelum ke Korea Selatan, saat mengunjungi Tiongkok, di sanapun, Megawati mendatangi taman, laboratorium, hingga museum.

Sebagai Ketua Umum Yayasan Kebun Raya Indonesia, Megawati mengaku bersyukur bahwa kini akan ada 32 kebun raya lagi di Indonesia setelah sebelumnya hanya ada empat kebun.

Megawati mendorong setiap orang yang terlibat di bidang botani untuk selalu bisa melihat contoh usaha yang sudah dilakukan di negara lain. Dia memastikan masyarakat luar negeri yang memiliki concern sama juga akan gembira sukarela membantu.

"Di Pulau Jeju, Korea Selatan, saya punya sahabat seorang dokter yang sama seperti saya punya hobi tanaman. Begitu senangnya dia, saya datang ke tempatnya, akhirnya kebun raya yang dia bangun diberi nama pakai nama saya," jelas Megawati.

Alasan lain Megawati selalu berkunjung ke taman-taman, adalah karena kekhawatirannya akan dampak global warming alias pemanasan global. Baginya, fenomena seperti kebakaran hutan, salah satunya adalah dampak dari pemanasan global yang belum ditangani secara serius.

Menurut Megawati dibutuhkan visi yang bersifat jangka panjang. Sebagai contoh, ada jenis tanaman yang bila sekitarnya terbakar, maka pohon itu akan membantu proses pemadaman apinya. Namun setelah api padam, maka tanaman itu bisa tumbuh lagi.

"Nah itukan seharusnya dipelajari. Dan ketika di lapangan, ya kita tanam. Paling tidak sebagai pembatas, kita bisa mengetahui arah angin dan sebagainya, yang bisa mengurangi kebakaran itu," ujar Megawati.

Lebih lanjut Megawati menjelaskan sama sekali tak ada kerugian bila kebun raya dan taman kota diperbanyak di Indonesia. Selain indah, nyaman, juga berguna bagi ilmu pengetahuan bagi jutaan anak Indonesia. Seperti Taman Morning Calm seluas tiga hektare dengan pengunjung hingga satu juta orang per tahun tersebut.

"Ini artinya kebun raya dan taman kota sesuatu sangat berarti untuk anak-anak dan keluarga kita, yang sejak dini dididik mencintai alam," kata Megawati.

Instagram

Twitter

Facebook