Please wait... X

Media_Center PDI Perjuangan: Tanwir Muhammadiyah Mencerahkan, Perkuat Tradisi Iqra pada Jalan Keilahian dan Transformasional

PDI Perjuangan, 22/Feb/2019

PDI Perjuangan: Tanwir Muhammadiyah Mencerahkan, Perkuat Tradisi Iqra pada Jalan Keilahian dan Transformasional

Kepemimpinan Pak Haedar Nashir Mencerahkan Peradaban Politik Indonesia.

PDI Perjuangan memberikan apresiasi atas keseluruhan hasil dan rekomendasi Tanwir Muhammadiyah yang ke 51 di Bengkulu dengan tema Agama Yang Mencerahkan. "Tema Tanwir Muhammadiyah sangat relevan, menyentuh hal yang fundamental, dan sekaligus memberikan arah bagaimana menyempurnakan akhlak mulia dan menebar Islam yang rahmatan lil'alamin dalam kehidupan semesta,” kata Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, Kamis (21/2/2019).

Apa yang disuarakan Muhammadiyah, menurut Hasto, semakin memperkuat  proses kesejarahan; mengapa Bung Karno dalam perjuangan kebangsaannya, banyak mengikuti tabligh KH Ahmad Dahlan, hingga menjadi pengurus Muhammadiyah di Bengkulu dan menjadikan "Islam is progress" sebagai bagian dari keseluruhan kontemplasi ideologisnya, sehingga lahirlah konsepsi dasar negara Indonesia, yang dijiwai oleh semangat berketuhanan dalam seluruh peri-kehidupan berbangsa dan bernegara. Bung Karno dianugerahi Bintang Muhammadiyah sebagai anggota yang setia pada 8 Dzulhijjah 1384/10 April 1965.

"Nilai-nilai ketuhanan yang menyatu dalam relasi manusia sebagai ciptaan Tuhan; manusia dengan sesamanya dan manusia  dengan seisi alam raya, justru digerakkan oleh nilai-nilai Islam sebagai rahmatan lil alamin," ujar Hasto.

Lebih lanjut Hasto menjelaskan, keseluruhan semangat Muhammadiyah tersebut adalah alam pikir dan komitmen bagi kemaslahatan umat, nampak dalam seluruh gerak Muhammadiyah yang bersentuhan langsung dengan dakwah yang mencerahkan dan membangun peradaban yang terus berkemajuan sebagaimana menjadi komitmen Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

"Makna Iqra yang disampaikan oleh Pak Haedar Nashir merupakan hasil kontemplasi yang kemudian diteladani juga oleh kader-kader PDI Perjuangan. Hal ini mengingat PDI Perjuangan sebagai rumah kebangsaan Indonesia Raya selalu menyerap dan membumikan tradisi, ide, dan pemikiran yang membawa kemajuan bagi peradaban Indonesia Raya," jelas Hasto.

Hasto menyampaikan terima kasih atas penyelenggaraan Tanwir Muhammadiyah yang membawa pencerahan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan pesan-pesan kemanusiaan, kedamaian dan rasa cinta pada sesama sebagai cahaya penyejuk di tengah mengerasnya kontestasi Pemilu.

"Tanpa adanya pencerahan tersebut, maka pemilu yang diwarnai hoax dan fitnah, akan semakin menggerus peradaban kita. Terima kasih Pak Haedar dan seluruh keluarga besar Muhammadiyah,” pungkas Hasto.

Foto: Tribunnews

 

Instagram

Twitter

Facebook