Please wait... X

Berita Pertemuan PDI Perjuangan-Partai Konservatif Inggris: Berkaca dari Brexit Vote Hindari Belitan Hoaks

PDI Perjuangan, 20/Feb/2019

Pertemuan PDI Perjuangan-Partai Konservatif Inggris: Berkaca dari Brexit Vote Hindari Belitan Hoaks

Maraknya berita bohong saat berlangsungnya referendum Britania Exit (Brexit) yang menimbulkan kehebohan masyarakat Inggris menjadi salah satu topik bahasan pertemuan PDI Perjuangan dengan delegasi Partai Konservatif Inggris dan Partai Liberal Australia di kantor DPP PDI Perjuangan, Jl. Diponegoro 58, Jakarta, Selasa (19/2/2019).

Hal tersebut disampaikan Budiman Sudjatmiko yang turut mendampingi Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menemui para delegasi. Budiman mengharapkan masyarakat bisa belajar dari pencabutan keanggotaan Britania Raya dari Uni Eropa atau Brexit, sekaligus dapat mencegah hal yang sama terjadi di Indonesia.

"Ketika terjadi referendum Brexit dan kita tahu ada banyak kehebohan. Kita berharap kehebohan yang sama dalam bentuk hoaks, sindiran, dan dusta tidak jadi alat politik di Indonesia. Mengapa tiba-tiba ada sebagian besar orang Inggris merasa mereka bukan Eropa dan memutuskan keluar dari Uni Eropa. Jangan sampai ini terjadi di Indonesia, sebagian dari kita merasa bukan Indonesia,” jelas Budiman.

Sementara itu Hasto Kristiyanto mengatakan, dalam pertemuan tersebut juga dibahas situasi masyarakat di akar rumput menjelang pemilu serentak Presiden-Wakil Presiden serta anggota legislatif.

“Kami pastikan semua akan berjalan dengan baik aman, damai, dan mencoba untuk berjuang meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia," kata Hasto

Menurut Hasto, pertemuan tersebut juga menghasilkan kesepakatan kerja sama di antara kedua Partai. Kerja sama disepakati untuk saling melakukan kunjungan antara Partai Konservatif Inggris dan Partai Liberal Australia dengan PDI Perjuangan.

“Kerja sama ini juga mendorong para kepala daerah kader PDI Perjuangan untuk menjalin hubungan dengan kedua Partai tersebut serta Partai lain di luar negeri, agar wawasan kader makin luas," ujar Hasto.

Hasto menjelaskan, para delegasi memandang Indonesia sebagai subjek yang unik karena memiliki Pancasila dengan sistem mufakat. Selain itu, PDI Perjuangan juga rutin mengadakan sekolah Partai dan melatih manajer-manajer kampanye yang berdampak kepada penurunan biaya politik.

Partai Konservatif Inggris diwakili oleh Sir Simon Burns, Nick de Bois, dan Carlotta Redy. Didampingi oleh Stephen Sherlock dan Ian Hanke sebagai Konsultan Program dari Westminster Foundation for Democracy.

Nick De Bois mengaku senang dapat mempelajari langsung sistem demokrasi di Indonesia, melalui jajaran pengurus pusat PDI Perjuangan. Dia memuji demokrasi di Indonesia terus berkembang di tengah-tengah keragaman masyarakat.

"Kami ingin belajar banyak, bagaimana negara sebesar Indonesia bisa berdemokrasi," kata Nick De Bois.

Instagram

Twitter

Facebook