Please wait... X

Berita Soal Pemulangan TKI Jokowi Sudah Melaksanakan, Capres 02 Baru Wacana

PDI Perjuangan, 14/Feb/2019

Soal Pemulangan TKI Jokowi Sudah Melaksanakan, Capres 02 Baru Wacana

Pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla melalui lintas kementerian terkait pada tahun 2015-2016 telah mengadakan program pemulangan gratis (repatriasi) WNI atau TKI bermasalah di luar negeri. Program repatriasi yaitu memfasilitasi pemulangan WNI atau TKI bermasalah yang berstatus overstayer atau undocumented.

Menurut Sharief Rachmat, Ketua Tim Kampanye Luar Negeri (TKLN) Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin untuk Saudi Arabia, program repatriasi merupakan realisasi janji kampanye Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Pemilu 2014.

“Kementerian terkait berhasil memfasilitasi pemulangan 181 ribu lebih WNI atau TKI bermasalah overstayer atau undocumented,” kata Sharief Rachmat, Selasa (12/02/2019).

Berkat program repatriasi ini, lanjut Sharief, tidak ada lagi WNI atau TKI bermasalah atau overstayer yang terlantar di kolong jembatan dan lapangan Matar Gadim di Kota Jeddah. TKLN Saudi Arabia mengaspresiasi dan berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo, Puan Maharani Menteri Koordinator PMK, Retno Marsudi Menteri Luar Negeri, Hanif Dhakiri Menteri Tenaga Kerja RI, Nusron Wahid Kepala BNP2TKI, Yasonna Laoly Menteri Hukum & HAM, Khofifah Parawansa Menteri Sosial kala itu, Luqman Hakim Menteri Agama, dan jajaran Kementerian terkait, termasuk KBRI serta KJRI karena sudah merealisasikan dan mendengarkan aspirasi TKI atau WNI di luar negeri.

“Mereka para WNI atau TKI dilayani secara manusiawi. Para WNI atau TKI bermasalah dan overstayer diberikan fasilitas hotel sebelum diberangkatkan kembali ke tanah air. Kalaupun ada catatan itu betul, karena setiap program pasti ada catatan dan tidak bisa 100 persen sempurna,” jelas Sharief yang telah 34 tahun tinggal di Saudi Arabia.

Sharief lebih lanjut mengatakan, kalau pasangan Prabowo-Sandi baru wacana dan berharap. Tetapi Presiden Joko Widodo sudah melaksanakan. Selain masih sebatas wacana dan berharap, pasangan nomor urut 02 juga menjiplak program dari pasangan nomor urut 01 Joko Widodo-KH. Ma’ruf Amin.

“Pernyataan Rahayu Saraswati jubir BPN Prabowo-Sandi tentang pemulangan TKI bermasalah memperlihatkan ketidakpahamannya terhadap situasi dan kondisi persoalan Pekerja Migran Indonesia dan WNI di luar negeri, sekaligus tidak update dengan perkembangan,” ujar Sharief yang juga Pembina Posko Perjuangan TKI (PosperTKI) Saudi Arabia.

Pemulangan TKI bermasalah dan overstayer tidak semudah membalik telapak tangan, karena dalam hal ini pasti akan terbentur dengan peraturan di negara penempatan TKI.

“Jadi bukan hanya masalah anggarannya yang ditingkatkan, melainkan tembus dulu peraturan di negara penempatan masing-masing. Buat apa anggaran di tingkatkan tetapi tidak bisa menembus peraturan negara penempatan. Yang ada anggaran tersebut bocor kemana-mana,” jelas Sharief.

Sementara itu, menurut Sharief, penciptaan lapangan pekerjaan di dalam negeri sudah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Tetapi persoalannya bukan hal tersebut, melainkan pelatihan purna TKI yang harus ditingkatkan, seperti yang saat ini sedang dikerjakan oleh Pemerintah. Tujuannya agar Pekerja Migran Indonesia bisa menguasai dan memanfaatkan langsung lapangan kerja di dalam negeri.

Sejak dihentikannya penempatan TKI sektor domestik ke kawasan Timur Tengah, jumlah TKI bermasalah makin berkurang. Presiden Joko Widodo saat ini justru menuntaskan kasus-kasus TKI yang tidak terselesaikan di era sebelumnya. Hanya di era Jokowi pelayanan yang manusiawi dan perlindungan terhadap TKI dirasakan. Soal WNI bekerja di luar negeri adalah hak setiap warga negara yang dilindungi Undang-Undang. Tugas pemerintah melayani dan melindungi secara optimal.

“Jangan lupa sejarah, di era pemerintahan siapakah WNI atau TKI bermasalah terlantar di kolong jembatan Kandara di Kota Jeddah, terlantar di Matar Gadim Kota Jeddah dan hingga kerusuhan berujung pembakaran KJRI di Jeddah. Mari kita bandingkan,” tandas Sharief.

Sharief mengungkapkan, selain peluang untuk melanjutkan program pemulangan gratis, bila Presiden Joko Widodo terpilih kembali, akan ada program kejutan yang selama ini dinantikan oleh para TKI dan WNI di luar negeri beserta keluarganya.

“Akan disampaikan bila sudah waktunya, kalau disampaikan sekarang yang ada dijiplak lagi,” pungkas politisi PDI Perjuangan ini.

 

-- 

Dewan Perwakilan Luar Negeri

PDI Perjuangan Saudi Arabia

Sekretariat:

Al Baghdadiyah Al Sharqeyah Dist. Qaysareyah St.

Jeddah

Kingdom of Saudi Arabia

 

Instagram

Twitter

Facebook