Please wait... X

Berita Megawati Soekarnoputri, “Kita Partai Nasionalis Cinta Pancasila Tetap Berdiri Kokoh”

PDI Perjuangan, 15/May/2018

Megawati Soekarnoputri, “Kita Partai Nasionalis Cinta Pancasila Tetap Berdiri Kokoh”

Presiden Republik Indonesia ke-5 Dr. (HC) Hj. Megawati Soekarnoputri menyampaikan amanat kebangsaan dalam orasi ilmiah memeringati Hari Perawat Internasional 2018 di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/5/2018). Pesan kebangsaan ditujukan kepada kurang lebih 5.000 orang perwakilan tenaga honorer perawat se-Indonesia yang menghadiri acara. Pesan kebangsaan tersebut terkait aksi kelompok narapidana terorisme biang kerusuhan di Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Piye yo transfusi darah’e, piye yo njahit kulit’e (bagaimana transfusi darahnya, bagaimana menjahit kulitnya), lah kok ini malah dibunuh. Mana peri kemanusiaannya. Sekalian deh orasi ilmiah saya, tidak urusan tetek bengek yang saya sudah tahu. Perawat minta perbaikan hidup, yes. Bidan minta perbaikan hidup, yes. Tapi juga tolong (perhatikan situasi) negaranya,” kata Megawati Soekarnoputri.

Ketua PDI Perjuangan itu mengaku tidak habis pikir, sebenarnya apa kemauan teroris pembuat rusuh itu. Megawati meminta para perawat bila sedang mengunjungi pelosok daerah juga ikut menyampaikan kepada rakyat, jika ideologi Pancasila sedang menghadapi tantangan dari sekelompok orang.

“Gimana mau sehat, gimana perawat mau berkehidupan yang cukup kalau ada sebagian manusia Indonesia bikin ulah,” ujar Megawati.

Sebelumnya saat menyampaikan Santi Aji Apel Siaga DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah di GOR Manahan, Solo, Jumat (11/5/2018), Megawati juga menekankan hal serupa di hadapan sekira 70 ribu kader yang hadir. Tegas dikatakan bahwa PDI Perjuangan adalah partai nasionalis pecinta Pancasila. Sehingga semua elemen partai harus mempertahankan Pancasila agar tetap berdiri kokoh. Sebab tanpa Pancasila tidak akan ada Indonesia.

“Mau negara kita diubah? Siap untuk mempertahankan Pancasila? Apa kalian mau dijajah lagi, apa tidak kurang dijajah 350 tahun. Dijajah bangsa lain yang budayanya beda dengan kultur bangsa Indonesia. Kalau saya, saya jawab tidak! Meski saya masuk generasi tua, generasi old, tapi saya tidak akan menerima negara ini diobrak-abrik semaunya sendiri,” ujar Megawati.

Apa yang ditegaskan putri Proklamator Bung Karno itu merujuk kepada tragedi di Mako Brimob. Gerombolan narapidana teroris membuat rusuh hingga menewaskan petugas Brimob yang sedang bertugas. Megawati juga mengucapkan duka dan bela sungkawa sedalam-lamnya atas meninggalnya para anak bangsa yang gugur saat membela bangsa dan negara.

“Atas nama PDI Perjuangan, saya menyampaikan duka dan bela sungkawa sedalam-dalamnya bagi anak-anak yang telah mengorbankan dirinya bagi tugas negara. Mereka (teroris) tidak punya hak untuk menentukan mati hidupnya seseorang. Republik ini adalah Republik Pancasila,” tegasnya. (pram)

Instagram

Twitter

Facebook