Please wait... X

Berita Pesan Megawati Soekarnoputri, “Rakyat Hakim Tertinggi dalam Politik yang Mengedepankan Peradaban”

PDI Perjuangan, 15/May/2018

Pesan Megawati Soekarnoputri, “Rakyat Hakim Tertinggi dalam Politik yang Mengedepankan Peradaban”

Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto, menyampaikan pesan dan salam Megawati Sukarnoputri bahwa dalam proses demokrasi harus mengedepankan etika dan peradaban.

Hal tersebut disampaikan Hasto saat membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema "Mekanisme Penyelenggaraan Pilkada 2018 dan Pileg, Pilpres 2019 Secara Demokratis". Diskusi ini diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum bersama Komite Bidang Politik dan Keamanan DPP PDI Perjuangan.

"Ibu Megawati Sukarnoputri menaruh perhatian besar terhadap pemilu yang menjadi bagian dari demokrasi kita. Kualitas demokrasi menentukan kualitas berbangsa. Ibu Megawati menyampaikan dengan diskusi ini kita kembali pada semangat demokrasi untuk rakyat. Kembali pada spirit kekuasaan itu harus didedikasikan bagi bangsa dan negara, bukan bagi pemimpinnya. Bukan kekuasaan diperebutkan dengan segala cara, sekali lagi rakyatlah yang menjadi hakim tertinggi dalam politik yang mengedepankan peradaban," kata Hasto di kantor DPP PDI Perjuangan Jl. Diponegoro 58, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2018).

PDI Perjuangan mendapat nomor urut tiga sebagai peserta Pemilu, menurut Hasto, mengingatkan kepada sila ke 3 Pancasila yang berbunyi Persatuan Indonesia. Melalui persatuan ini Indonesia dapat membangun bangsa dan negara serta mensejahterakan rakyatnya.

“Membangun Indonesia itu adalah one for all, all for One, satu untuk semua dan semua untuk satu. Bukan meraih kekuasaan yang berlangsung lima tahun sekali itu dengan menghalalkan segala cara, sehingga dapat menghancurkan kehidupan berbangsa,” jelas Hasto.

Hadir sebagai narasumber diskusi, Komisioner KPU Ilham Saputra, periode 2017-2027, mantan Ketua KPU periode 2004-2009 Ramlan Surbakti, sosiolog Thamrin A Tomagola, mantan Komisioner KPU periode 2002-2007 dari UI Chusnul Mar'iyah, dan pengamat politik Hanta Yuda. Diskusi dimoderatori oleh politisi PDI Perjuangan Aryo Bimo.

Hasto lebih jauh menjelaskan, pemilu sebagai alat mencari dan menentukan pemimpin secara berdaulat, harus mengedepankan persatuan bangsa. Karenanya, jangan sampai hilang semangat politik yang mengedepankan peradaban.

"Persoalan dengan identitas kebudayaan kita sebagai orang timur, persoalan terkait dengan tradisi bahwa berpolitik itu membangun peradaban itu tidak boleh hilang hanya gara-gara persoalan kekuasaan. Hanya karena ingin merebut kekuasaan dengan segala cara kemudian hilanglah peradaban politik kita sebagai bangsa yang besar, maka tidak ada gunanya demokrasi. Itu pesan dari Ibu Megawati Soekarnoputri," ujar Hasto.

Hasto kembali menegaskan dalam politik boleh bersaing akan tetapi persaingannya harus mengedepankan gagasan membangun bangsa yang lebih baik. Bukan persaingan untuk memecah belah bangsa, apalagi asal menang dan apapun cara dilakukan. Kekuasaan harus didedikasikan untuk membangun bangsa. Para founding fathers telah meletakkan tujuan tersebut dalam pelaksanaan Pancasila. (pram)

Instagram

Twitter

Facebook