Please wait... X

Berita Inilah Pesan Megawati Soekarnoputri untuk Kader Perempuan

PDI Perjuangan, 06/Apr/2018

Inilah Pesan Megawati Soekarnoputri untuk Kader Perempuan

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyampaikan pesan kepada seluruh peserta Pendidikan Kader Khusus Perempuan Nasional (PKKPN) Angkatan I. Pesan tersebut disampaikan melalui Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Internal Utut Adianto ketika menutup kaderisasi yang diikuti 158 perempuan dari berbagai daerah di Indonesia tersebut.

“Kader harus mampu mempraktikkan ilmu yang telah diperoleh selama pendidikan. Penugasan lapangan yang telah diberikan itu artinya konkret, kita tidak hanya pandai berteori. Kami sangat menyadari Badiklatpus adalah salah satu keniscayaan untuk kemajuan partai kita. Di setiap partai pasti ada pemikir dan think tank. Kami meyakini Badiklatpus dapat menjaga kualitas pengkaderan,” kata Utut Adianto yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI di hadapan para kader perempuan di Wisma Kinasih, Depok-Jawa Barat, Senin (12/3) sore.

Pesan yang kedua dari Megawati, lanjut Utut, para perempuan kader khusus harus mampu mensiasati hambatan dari situasi sehari-hari. Hambatan bisa berasal dari suami dan lingkungan keluarga. Masih banyak para suami belum memberi kesempatan bagi istrinya untuk berpartai. Ini perlu pendekatan serta penjelasan khusus, melalui komunikasi serta dialog sehari-hari antara istri dan suami, antara anak kepada ibunya atau adik kepada kakaknya.

“Jadi dua hal pesan itulah setelah sepulang dari sini menjadi tugas saudari-saudari sekalian. Di sini hadir Pak Erico, beliau juga mendapat pesan yang sama dari Ibu Megawati,” jelas Utut.

Utut menerangkan bahwa Megawati juga mewajibkan para istri anggota legislatif Fraksi PDI Perjuangan berperan secara aktif. Istilahnya, istri dapat melambari (membuka jalan) bagi para suami. Bila reses istri tidak perlu turun ke daerah pemilihan (dapil), namun kalau reses istrinya harus aktif di dapil.

“Ini pengalaman yang paling kita rasakan ketika Pilkada DKI Jakarta saat Ahok yang diusung PDI Perjuangan—terlepas dari situasi politik nasional—akhirnya kalah dan salah satu tokoh yang banyak mempengaruhi itu ibu-ibu yang keliling dengan konsep program pengajian dan sebagainya. Kami yakin, kita juga punya kekuatan yang sama, yang belum adalah kita belum mampu menggerakkan diri kita sendiri, meyakini bahwa pergerakan ibu-ibu ini bagian yang sangat fundamental dari partai kita,” ujar Utut.

Pergerakan dan kepercayaan diri ibu-ibu ini, menurut Utut, sangat memperbesar kekuatan PDI Perjuangan. Berbagai materi sudah diberikan, salah satunya materi ideologi Pancasila 1 Juni 1945. “Mohon izin, itu buku pidato Bung Karno sudah diberikan apa belum,?” tanya Utut kepada para kader. Spontan para kader perempuan serempak menjawab, ”Sudah”

Utut meminta buku pidato Bung Karno tersebut untuk dibaca, karena kalau sudah pulang ke rumah biasanya enggan membaca. Jika dibaca pemahaman para kader perempuan akan lebih komprehensif.

"Dari buku pidato Bung Karno itulah jawabannya. Apalagi akhir-akhir ini sering disebut atau didiskreditkan dengan PKI. Kalau sudah membaca buku tersebut, tentu bisa menjelaskan dengan sebaik-baiknya. Pertanyaannya, ibu-ibu berani atau tidak,?” kembali Utut bertanya kepada para kader perempuan. Mereka pun kompak menjawab lantang, “Berani!”

Setelah pulang ke daerah masing-masing, Utut menandaskan, para kader perempuan bisa langsung bertugas ikut memenangkan para calon kepala daerah yang diusung PDI Perjuangan dalam Pilkada serentak 2018. (pram)

Instagram

Twitter

Facebook