Please wait... X

Berita Ini Poin-Poin Rekomendasi Cagub-Cawagub Papua, Maluku Utara, NTB, dan Lampung

PDI PERJUANGAN, 12/Jan/2018

Ini Poin-Poin Rekomendasi Cagub-Cawagub Papua, Maluku Utara, NTB, dan Lampung

PDI Perjuangan mengumumkan rekomendasi pasangan Cagub-Cawagub Papua, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Lampung. Rekomendasi tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, Kamis, 4 Januari 2018, di kantor DPP PDI Perjuangan, JL. Diponegoro No. 58 Menteng Jakarta Pusat. 

Sesuai tradisi PDI Perjuangan dalam pengumuman rekomendasi pasangan Cagub-Cawagub mengusung tema-tema khusus. Terkait pengumuman rekomendasi pasangan Cagub-cawagub Papua, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat., dan Lampung, Ketua Umum menyampaikan tema Politik Pendidikan. “Beberapa waktu yang lalu saya menggunakan tema Politik Hijau dalam pengumuman pasangan  calon, maka pada hari ini, saya memilih tema Politik Pendidikan,” kata Ketua Umum.

Menurut Megawati Soekarnoputri, politik pendidikan sangat relevan, dan paling esensial bagi kemajuan ke empat provinsi yang diumumkan hari ini. “Sebab, yang akan saya umumkan adalah daerah seperti Papua, Maluku Utara dan Nusa Tenggara Barat. Tiga daerah yang seharusnya menaruh perhatian yang paling besar pada aspek pendidikan.”

Sebagai pintu gerbang Sumatera, sambung Mega, dirinya melihat bahwa ada persoalan serius terkait Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Lampung.

Megawati berharap pendidikan untuk semua guna memajukan kesejahteraan umum harus menjadi kultur peri kehidupan rakyat di keempat provinsi tersebut. Menempatkan guru dalam peran sentralnya dalam sistem pendidikan untuk Indonesia Raya."Pendidikan yang melahirkan manusia Indonesia berkarakter, mumpuni, teguh dalam prinsip, dan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi rakyat, bangsa dan negara."

Berikut ini point-point yang disampaikan oleh Ketua Umum:

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Salam Damai Sejahtera untuk kita semua,

Om Swastyastu,

Namo Buddhaya.

Sebelumnya, marilah kita terlebih dahulu bersama-sama memekikkan salam nasional kita.

Merdeka !!! Merdeka !!! Merdeka!!!

PENDAHULUAN

  1. Berulang kali saya menegaskan bahwa dunia politik Indonesia saat ini lebih diwarnai oleh praktek politik kekuasaan; semua demi ambisi kekuasaan. Politik  seolah hanya “exist” apabila Partai memenangkan pemilu. Maka segala cara dilakukan untuk menang. Sebaliknya,  cara mengelola kekuasaan yang baik melalui proses kelembagaan kaderisasi di dalam menyiapkan pemimpin, justru kurang mendapat tempat.
  2. Hal inilah yang menjadi keprihatinan saya, tidak hanya sebagai Ketua Umum Partai, namun juga sebagai seorang Ibu, yang terus menaruh perhatian terhadap masa depan negeri, termasuk melalui pendidikan. Kualitas sistem pendidikan Indonesia adalah potret masa depan bangsa.
  3. Ketika wajah politik Indonesia hanya didominasi pada kekuasaan semata, lalu dimanakah wajah politik yang berkeadaban? Dimanakah jalan politik sebagai dedikasi pada rakyat, pada bangsa dan negara? 
  4. Atas dasar berbagai hal yang menggelisahkan saya tersebut, maka setelah beberapa waktu yang lalu saya menggunakan tema Politik Hijau dalam pengumuman pasangan  calon, maka pada hari ini, saya memilih tema POLITIK PENDIDIKAN.
  5. Politik pendidikan ini sangat relevan. Sebab, yang akan saya umumkan adalah daerah seperti Papua, Maluku Utara dan Nusa Tenggara barat. Tiga daerah yang seharusnya menaruh perhatian yang paling besar pada aspek pendidikan.
  6. Demikian halnya Provinsi Lampung. Sebagai Pintu Gerbang Sumatera, saya melihat bahwa ada persoalan serius terkait Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Lampung.
  7. Namun saya melihat harapan yang cukup kuat di Sumatera Utara. Di Provinsi yang mencerminkan kebhinekaa Indonesia itu, saya melihat, bagaimana Ibu-ibu di daerah tersebut memiliki kesadaran kuat terhadap pendidikan. Mereka berjuang sangat keras, agar anaknya bisa sekolah. Karena  itulah selain saya akan mengumumkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di ke-empat provinsi Papua, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat dan Lampung, saya juga akan memberikan arah terhadap BAKAL CALON GUBERNUR di Provinsi Sumatera Utara
  8. Berulang kali saya tegaskan, bahwa yang saya cari adalah pemimpin, bukan pemburu jabatan. Saya mencari mereka yang telah berproses; berdialektika; dan mencari mereka yang “alam pikirnya” dan dedikasi hidupnya benar-benar untuk rakyat, bangsa dan negara.
  9. Mereka yang saya cari, bukan hanya sekedar jelas rekam jejaknya; mereka adalah orang-orang “mumpuni” yang telah teruji kinerjanya; mereka yang benar-benar memahami Pancasila dalam seluruh sanubarinya. Mereka yang berkobar-kobar rasa cintanya kepada Indonesia raya.
  10. Saya mencari mereka yang punya dedikasi hidup. Meskipun elektabilitasnya rendah sekalipun, tetapi ketika dia punya “elan juang”, dan dari sorot matanya, saya melihat semangat yang menyala-nyala untuk Indonesia, maka orang inilah yang saya pilih.
  11. Dengan demikian, mencari pemimpin memang tidak mudah, terlebih dengan politik tebar pesona yang akhir-akhiir ini kembali marak.
  12. Namun hal inilah yang seharunya menjadi misi utama Partai Politik, bagaimana dari rahimnya, terlahir manusia-manusia Indonesia yang berkarakter, berbudi bekerti baik, serta memiliki kemampuan untuk merubah nasib masyarakatnya menuju tatanan baru yang lebih makmur dan berkadilan.
  13. Selanjutnya, dengan menaruh perhatian yang begitu besar terhadap politik pendidikan ini, dan termasuk bagaimana upaya aktif dan progresif untuk  peningkatan kualiatas para guru di seluruh tanah air, maka saya akan umumkan para calon gubernur dan wakil gubernur. 
  14.  

PENGUMUMAN PASANGAN CALON

Berikut nama-nama pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang diusung oleh PDI Perjuangan :

 

Provinsi Papua

  1. Calon Gubernur Provinsi Papua. Dia sosok muda yang gagah. Usianya masih 45 tahun. Kalau saya memandang dia, aduh gagahnya orang Papua. Saya berpimpi, kedepan jago-jago Sepakbola; para juara atletik dari Papua. Sosok yang saya calonkan ini, menerima Penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara
  2. Dia juga menerima penghargaan dari kementerian keuangan atas penilaian tertinggi dari BPK terkait pengelolaan keuangan di  kabupaten yang dipimpinnya selama dua periode.
  3. Dia adalah adalah:  John Wempi Wetipo atau yang dikenal JWW yang merupakan Bupati Jayawijaya dua periode
  4. Saudara Wempi ini adalah Insiator dan sekaligus deklarator Festifal Budaya Baliem yang diselenggarakan setiap tahun menjelang HUT RI, kegiatan ini membuat melonjaknya arus wisatawan  ke Lembah Baliem.
  5. Sedangkan sebagai calon wakil gubernur adalah dan Habel Melkias Suwae. Dia adalah mantan Bupati Jayawijaya dua periode.
  6. Pasangan yang menyatukan pegunungan penuh hutan dan lembah subur sebagai simbol Tanah Papua yang begitu elok dan menawan saya putuskan sebagai persembahan  PDI Perjuangan untuk masa depan Papua yang damai, adil dan makmur. Wempi dan Habel, keduanya telah berpengalaman dan memiliki kinerja baik.
  7. Keduanya sepakat mengusung tema PAPUA CERDAS.  Hal ini tidak terlepas dari rekam jejak Sdr. Habel Melkias Suwae yang pernah menjadi guru Sekolah Dasar selama tiga tahun.  HMS, demikian namanya selalu disingkat. Dari guru, Ia menjadi Kepala Seksi Pembinaan Umum dan Masyarakat Kantor Sosial Kabupaten Jayapura. Karena debut dan reputasinya bagus, HMS diangkat sebagai Kepala Bagian Humas Kabupaten Jayapura hingga terpilih sebagai Ketua DPRD Kabupaten.
  8. Ketika menjabat Bupati Jayapura, banyak pihak datang ‘berguru’ kepadanya, karena sukses melaksanakan Program Pemberdayaan Distrik (PPD) yang kemudian diubah menjadi Program Pemberdayaan Distrik dan Kampung (PPDK). Program tersebut kemudian dibukukan menjadi sebuah buku yang berjudul ‘’Suara Hati yang Memberdayakan’’.
  9. Saya mendukung sepenuhnya tagline paslon Wempi-Habel ini yaitu : Papua Cerdas ini.
  10. Saya teringat dengan apa yang Bung Karno lakukan untuk memajukan pendidikan di Papua. Bung Karno mengutus salah satu putera terbaik bangsa di bidang pendidikan saat itu, yakni Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Indonesia, Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja untuk mendidik para guru di seluruh wilayah Papua. Prof. Dr. R. Soegarda Poerbakawatja ditugaskan langsung oleh Bung Karno untuk menjadi Rektor pertama Universitas Cendrawasih di Jayapura dimana fakultas pertama yang didirikan di Universitas Cenderawasih adalah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
  11. Belajar dari strategi pembangunan Papua oleh Bung Karno, Wempi percaya jika Papua ingin sejahtera dan maju maka Sumber Daya Manusia Papua harus cerdas. Pendidikan adalah kunci kemajuan bagi Papua.

PROVINSI Maluku Utara

  1. Maluku Utara merupakan provinsi yang begitu berkesan di hati saya, karena pengalaman saya ketika ditugaskan oleh presiden Abdurachman Wahid untuk menyelesaikan konflik di Provinsi yang alamnya sangat indah dan kaya dengan berbagai sumber mineral tersebut.
  2. Saya mencari sosok yang menjadi panutan masyarakat. Sosok ulama yang dari wajahnya mengalir kesejukan dan kedamaian dari seorang pemimpin.  Untuk itulah, saya mencalonkan KH. Abdul Ghani Kasuba, Lc yang merupakan gubernur petahana
  3. Sebelum menjabat sebagai Gubernur, ia menjabat sebagai Wakil Gubernur Maluku Utara dan DPR RI dari Dapil Maluku Utara.
  4. Ulama sekaligus politisi ini, saat ini berusia 66 tahun tercatat pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Majelis Ulama Provinsi Maluku Utara (1994 – 1999)
  5. Sedangkan sebagai Waki Gubernur Maluku Utara adalah kader PDI Perjuangan. Dia adalah M. Al Yasin Ali, Bupati Halmahera Tengah dua periode. Selama memimpin Kabupaten Halmahera Tengah aktif dalam menggiatkan peningkatan ideologi Pancasila, melawan terorisme dan miras serta narkoba.
  6. Selain itu  M. Al Yasin Ali juga giat mendorong infrastruktur, memprioritaskan pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, pertanian, perkebunan, dan kelautan.
  7. Selama menjabat sebagai Bupati Halmahera Tengah, beragam prestasi diperoleh Pemerintah Kabupaten Halmahera tengah. Tahun 2012, mendapatkan penghargaan Administrasi Pemerintahan Terbaik se-Provinsi Maluku Utara.
  8. Sebelumnya, pada 2010, meraih predikat Kabupaten Tercepat dan Terpesat dalam Pembangunan Infrastruktur di Antara 132 Kabupaten Pemekaran di Seluruh Indonesia.

Provinsi Nusa Tenggara Barat

  1. Calon gubernur untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat adalah Tuan Guru Haji Ahyar Abduh (Walikota Kota Mataram).
  2. Aktivis Nahdlatul Ulama yang pernah bersekolah di Nahdlatul Waton ini, putera dari seorang ulama besar di NTB yaitu Tuan Guru Haji Abdul Hanan yang mempunyai garis keturunan dengan penyebar agama Islam di Lombok, Raden Samin.
  3. Dengan latar belakang sebagai aktivis NU, Tuan Guru Haji Ahyar Abduh memiliki kemampuan menjaga keharmonisan antar agama di Kota Mataram. Beliau juga dikenal sebagai tokoh keharmonisan perbatasan antara Nusa Tenggara Barat dengan Nusa Tenggara Timur.
  4. Sedang sebagai calon wakil gubernur adalah Mori Hanafi, SE, M.Comm (Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB)
  5. Mori Hanafi adalah tokoh muda yang cerdas dan selalu menggaungkan jargon “Merdeka itu kalau NTB Tuntas”.
  6. Selain aktif di dunia Politik, Mori Hanafi adalah seorang pengusaha, tercatat pernah menjadi Direktur dan Komisaris Utama di beberapa perusahaan dan mulai terjun di dunia politik sejak tahun 2009. Jadi pengalaman di dunia bisnis dan politik dapat dikatakan sudah matang.

 

Provinsi Lampung

  1. Setelah saya menimbang, memikirkan yang terbaik, maka dengan bulat saya putuskan, bahwa calon gubernur provinsi NTT adalah Drs. H. HERMAN HN (Walikota Kota Bandar Lampung)
  2. Baginya kekayaan yang terbesar di dunia ini adalah kesederhanaan, kesabaran dan kasih sayang.
  3. Tiga prinsip hidup inilah yang menjadi dasar moral dan kebajikan utama bagi Herman HN di dalam memimpin daerahnya.
  4. Keberpihakan kepada kaum Marhaen, bisa dilihat dari program-program kerakyatan selama kepemimpinannya. Sebut saja, program berobat gratis bagi masyarakat yang tidak mampu, pemberian kuota 40% bagi anak-anak Marhaen di tingkat sekolah pertama dan menengah secara gratis tanpa tes, pembagian perlengkapan sekolah untuk 40.000 siswa secara gratis setiap tahunnya, pemberian operasional untuk 3.700 guru ngaji sebesar 500.000 perorang setiap tahunnya, dan berbagai program pendidikan, pertanian, infrastruktur, kesehatan, dan keamanan yang mencerdaskan, dan mensejahterakan masyarakat. Tidak heran dalam Pemilihan Walikota Bandar Lampung kemarin, Herman HN memperoleh dukungan suara dari rakyat sebesar 85,86 persen.
  5. Bersama Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Herman HN dinobatkan menjadi salah satu walikota terbaik diantara 10 bupati serta walikota dari Jawa Pos Group Awards 2016.
  6. Untuk Wakil Gubernur Lampung adalah Ir. Sutono, MM (Sekda Provinsi Lampung)
  7. Ir. Sutono, MM yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Lampung sangat mengenal tentang birokrasi dan paham betul tentang tata kelola pemerintahan. Prestasi dan integritasnya selama menjabat sebagai Sekda Provinsi Lampung cukup diacungi jempol.
  8. Ir. Sutono, MM adalah Calon Wakil Gubernur Provinsi Lampung  yang yang bisa diajak bekerja sama dalam memajukan wilayahnya sehingga pembangunan maksimal bisa tercapai. Sehingga pantas disandingkan dengan salah satu walikota terbaik versi Jawa Group yaitu Herman HN.

PROVINSI SUMATERA UTARA

Provinsi Sumatera Utara ini sangat penting dan strategis. Presiden Jokowi sedang berjuang menjadikan Sumatera Utara sebagai pusat kemajuan perekonomian nasional karena letaknya yang strategis. Pelabuhan Kuala Tanjung secara besar-besaran dibangun. Demikian pula Danau Toba sebagai Pusat geopark warisan dunia dan tujuan wisata yang dikembangkan secara masif.

Saya menaruh perhatian terhadap provinsi ini karena pendidikan telah menjadi kultur dalam masyarakat. Ibu-ibu menaruh perhatian yang begitu besar terhadap pendidikan anaknya. Tidak heran banyak teknokrat, pengacara, dan cendekiawan lahir dari provinsi ini.

Namun dengan perhatian yang begitu besar terhadap pendidikan, saya melihat hal yang kontras. Mengapa selama 3 (tiga) periode berturut-turut ada saja persoalan hukum yang menimpa kepala daerahnya bahkan kepala daerah berakhir di penjara. Mengapa sistem pendidikan belum mampu menhasilkan pemimpin yang berkarakter dan jujur?

Atas dasar hal tersebut, maka pada kesempatan ini saya belum akan mengumumkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur untuk provinsi Sumatera utara.

Namun saya menangkap kegelisahan masyarakat Sumatera Utara. Mereka mendambakan pemimpin yang jujur dan berpengalaman. Mereka begitu terbuka, karena masyarakat Sumatera Utara sekaligus menjadi perantau. Mereka menjadi perantau di seluruh pelosok nusantara, bahkan dunia.

Karena itulah Sumatera Utara masyarakatnya dikenal egaliter dan berpikiran terbuka. Mereka selalu berpikir untuk indonesia raya, bukan dalam egoisme daerahnya.

Untuk itulah saya sedang memertimbangkan, memikirkan dengan mendalam, sekiranya Bapak Djarot Syaiful Hidayat saya tetapkan dulu sebagai BAKAL CALON GUBERNUR untuk Seumatera Utara.

Kepada Seluruh anggota, kader dan simpatisan partai di provinsi tersebut, saya minta untuk turun, dan mendengarkan harapan rakyat. Tangkaplah intisari harapan rakyat. Ketika saatnta tiba, keputusan itu akan diambil, maka saya ingin tahu apakah masyarakat Sumut yang dikenal terbuka itu benar-benar bisa bekerja sama dengan pemimpin yang membawa amanah untuk rakyat, untuk masa depan anak-anaknya, untuk INDONESIA RAYA tercinta.

 

PENUTUP

  1. Papua, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat dan Lampung saya tetapkan bersama-sama.
  2. Saya meminta agar mereka saling bekerja sama, membangun wilayahnya dengan tata wilayah yang ramah lingkungan; menerapkan politik tata ruang melalui pendekatan yang menyeluruh untuk keberlangsungan masa depan.
  3. Kepada seluruh anggota dan kader Partai saya instruksikan untuk menjalankan instruksi ini dengan sebaik-baiknya.
  4. Menangkanlah para calon tersebut dengan cara gotong royong. Bekerjalah dengan penuh keyakinan politik, tanpa mengenal lelah, dan dengan elan perjuangan yang berkobar-kobar.

Terimakasih

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarokatuh.

Om Santi Santi Santi Om

Namo Buddhaya

Merdeka !!!

 

Ketua Umum PDI Perjuangan

Megawati Soekarnoputri

 

 

Instagram

Twitter

Facebook