Please wait... X

Berita Nuansa Budaya dalam Deklarasi Cagub-Cawagub Provinsi Bali

PDI PERJUANGAN, 16/Nov/2017

Nuansa Budaya dalam Deklarasi Cagub-Cawagub Provinsi Bali

Menjelang pengumuman pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Bali, di lantai 5 aula DPP PDI Perjuangan Jl. Diponegoro No. 58, Menteng, Jakarta Pusat berhias ornamen nuansa Bali, Sabtu, 11 November 2017.  Para tamu dan awak media setelah keluar dari lift disambut sejumlah payung yang biasa digunakan ritual dan hiasan pura serta gebyok bambu berhias kain panjang merah serta putih khas Bali. Warna ruangan tersebut didominasi warna merah, putih, dan emas.

Latar belakang panggung utama berdiri delapan patung berpakaian khas Bali. Bagian tengah ruangan, persis di belakang kursi pimpinan rapat terdapat lambang kepala banteng berhias kolam kecil dan gemericik air di bawahnya. Dua kepala banteng berwarna putih dan hitam terbuat dari gipsum dan mozaik kaca mengapit pintu masuk aula. Semua undangan laki-laki mengenakan ikat kepala khas dan sarung Bali, begitu pula para perempuan mengenakan kebaya dan sarung Bali.

Pukul 11. 35 WIB Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri hadir di lokasi acara, disambut pagar ayu dan tetabuhan gamelan Bali. Megawati didampingi Sekjend PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua Bidang Keanggotaan dan Organisasi Djarot Saiful Hidayat, dan Wasekjend Bidang Kerakyatan Erico Sotarduga.

Mengenakan kebaya merah dan celana panjang hitam, Megawati langsung menuju meja pimpinan rapat yang sudah disiapkan. Setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya, Megawati mengumumkan calon yang diusung PDI Perjuangan pada Pemilihan Gubernur Bali 2018.

“Jadi orangnya kurus kecil, kalau orang Jawa bilang kayak nggak memper. Ya biar kalau dia yang saya suruh ya, saya jadikan dia. Tapi setelah lihat pintar juga, dia ini, doktor, insinyur, pakai MM. Namanya I Wayan Koster,” kata Megawati.

I Wayan Koster berpasangan dengan Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace sebagai calon gubernur dan wakil gubernur. Kedua pasangan ini merupakan putra daerah Bali. I Wayan Koster kelahiran Buleleng sedangkan Cok Ace dari Puri Ubud, Gianyar.

Sebelum penutupan deklarasi, enam perempuan membawakan tarian Bali. Para penari itu mengingatkan kenangan saat Megawati belajar menari Bali. “Tadi Ibu Megawati mengatakan kepada saya, kalau dahulu pernah lama latihan tarian Bali,” kata Hasto Kristiyanto. (Pram)

Instagram

Twitter

Facebook